Seputar Bumi Khatulistiwa

Jumat, 04 Mei 2012

Sang Penikmat Senja


Goresan tinta semuanya sudah terukir dalam cakrawala kehidupan. Khayalan dan imajinasi membuatku dilema. Angan seakan membentuk lukisan abstrak yang tak bisa aku raba. Ada sebab tak pasti dan tak mampu di pikirkan. sehingga membuatku beresonansi tajam memandang segi kehidupan. Pengalaman keterpurukan yang membuat ku jadi terbuka. kadang pikiran-ku tak selaras dengan apa yang dikatakan oleh hati. Tapi tak keselarasan itu membuatku menjadi semakin menyadari akan kekurangan diri ini. Resonansi Imajinasi yang berektoplasma kegalauan kurasakan sedang menyerap rasa semangat hidup. Kadang hati ini berkreasi membentuk awan kesedihan pada situasi yang sesungguhnya bahagia yang dapat membuat hujan airmata dan badai kerisauan.

Inilah hidup. Aku sadar mengapa aku terpuruk dalam imajinasiku sendiri. Angan besar tak harus aku buat untuk mengecilkan hatiku. Alangkah tenang nya semua kegelisahan ini menghilang ketika berkawan dengan Alam dan menyejukkan hati dengan bernaung di bawah Sang Pencipta. Fenomena Senja membuat ku semakin mengetahui apa itu makna hidup yang ada dalam cakrawalaku sendiri. Aku berfikir kalau tidak ada moment senja apa ini dinamakan dunia. Senja adalah mengawali hari gelap dan mengakhiri hari terang. Dengan apa yang dijalani di hari terang bisa kita lupakan di saat senja. Senja adalah perbatasan antara harapan dan tutupnya harapan. Setelah senja kita menutup butir harapan dan diteruskan dikala sunset kita mulai membuka lagi butir harapan.

Senja adalah masa istirahat dan waktu untuk lebih dalam berdekatan dengan Tuhan. Awal untuk mencurahkan kepada Sang Pencipta apa yang kita alami di hari terang. Senja membuat hati ini berwarna jingga yang membuat bayangan lembayung terekspos dalam pancaran mata ini. Season nyaman dan tenang membuatku bersujud pada-Mu. Mengilhami kalimat-kalimat mu yang membuatku segar. Mengubur segala ranjauan kesal dengan menatap segala Karunia-MU.

Kamis, 26 April 2012

Panorama di Bumi Asri

Kuningan adalah sebuah kota kecil di mana memiliki semboyan "ASRI" . Di lihat dari semboyan ini mungkin karena keberadaan kotanya berada di kaki gunung Ciremai. Kota yang bercirikan kota sejuk, rindang, natural, indah, hijau dsb-a.. Ini yang membuat saya bertahan hidup disini. Banyak potret di tempat tinggalku sendiri yang menjadikan bahan pelajaran yang dapat memberikan kesadaran untuk melestarikan Alam.

Saung Panineungan

Salah satu kawasan rindang yang terdekat disekitar daerah tempat tinggal-ku adalah SAUNG PANINEUNGAN yang berada di desa LINGGAMEKAR. Sebuah saung kecil dan sederhana yang menurutku lumayan nyaman sebagai tempat menghilangkan kejenuhan karena saung itu berada di atas bukit kecil. Jika kita melihat kebawah terlihat banyak hamparan sawah karena mayoritas penduduk di sini adalah bermata pencaharian sebagai petani.
Area Pesawahan
Inilah potret area pesawahan di sekitar daerah sini. kuningan termasuk daerah yang dipenuhi area pesawahan. Pada umumnya kuningan sebagian besar memproduksi padi dan ubi jalar. Kawasan ini terlihat elok di pagi hari hingga matahari senja. Banyak hamparan hijau padi terekspos dari sini.
Puncak Ciremai dari kejauhan
Kearah barat kita bisa melihat potret tegaknya gunung Ciremai jika kita lihat dari kejauhan terlihat puncak gunung ciremai yang banyak diselubungi oleh awan putih.
Bukit kecil
Di kala sunrise
Apalagi di kala pagi kita bisa melihat indahnya panorama sunrise. Ada sebuah lapangan sepakbola disampingnya, jika kita berada dilapangan ini sekitar pukul 6 pagi kita bisa melihat matahari pagi terbit mengeluarkan cahaya jingga di sela-sela awan dan langit. 
Situasi Lapangan Buah Gede